Selasa, 21 Oktober 2014

Nusron Wahid Lebih Hebat daripada Nabi




Gertakan Kebangsaan Yahudi Terhadap Iman Diatas Jejak Kenabian

قُلْ إِنْ كَانَتْ لَكُمُ الدَّارُ اْلآخِرَةُ عِنْدَ اللهِ خَالِصَةً مِنْ دُونِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Katakanlah: “Jika kalian (menganggap bahwa) negeri akhirat (surga) itu khusus untuk kalian di fihak Allah, lain dari manusia yang lain, maka inginilah kematian (kalian), jika kalian  memang benar. ( quran.com/2/94 )
وَلَنْ يَتَمَنَّوْهُ أَبَدًا بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ وَاللهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ
Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri). Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zhalim. ( quran.com/2/95 )

Terhadap kebohongan mereka itu, Allah memerintahkan kepada Rasulullah:

قُلْ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ هَادُوا إِنْ زَعَمْتُمْ أَنَّكُمْ أَوْلِيَاءُ للهِ مِنْ دُونِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Katakanlah: “Hai orang-orang yang adalah Yahudi, jika kalian mendakwakan bahwa sesungguhnya kalian sajalah kekasih Allah lain dari  manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah kematian kalian, jika kalian adalah orang-orang yang benar” ( quran.com/62/6 ).

وَلاَ يَتَمَنَّوْنَهُ أَبَدًا بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ وَاللهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ
Mereka tiada akan mengharapkan kematian itu selama-lamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang zhalim. ( quran.com/62/7 ).

Gertakan orang-orang Yahudi bahwa negeri akhirat itu hanyalah untuk orang-orang Yahudi yang beragama Yahudi dan Nasrani (quran.com/2/111 ) merupakan kebohongan dan kesombongan mereka atas bangsa non Yahudi bahwa bangsa non Yahudi tidak layak masuk surga Allah di akhirat. Bangsa Yahudi adalah kekasih-kekasih Allah sedangkan bangsa Non Yahudi harus tunduk menjadi pelayan-pelayan bangsa kekasih Allah. Aanggapan mereka.
Itulah diantaranya yang bangsa Yahudi memandang Non Yahudi binatang.

“Jehovah created the non-jew in human form so that the jew would not have to be served by beasts. The non-jew is consequently an animal in human form, condemned to serve the jew day and night.” – Midrasch Talpioth, p. 225-L
“Tuhan menciptakan non-Yahudi dalam bentuk manusia sehingga Yahudi tidak harus dilayani oleh binatang (tetapi cukup oleh manusia non-Yahudi). Non-Yahudi konsekuensinya adalah binatang dalam bentuk manusia, dikutuk untuk melayani  Yahudi siang dan malam. http://vnnforum.com/showthread.php?t=3352

Sedangkan Yahudi beragama apapun mereka, disebut beriman ataupun disebut kafir mereka itu, adalah penghuni surga dan adalah kekasih-kekasih Allah lain dari manusia lain. Lain dari manusia lain.

Adapun penghuni surga dan yang adalah kekasih-kekasih Allah secara spesial yang sebenarnya adalah generasi beriman yang dibangun dan dipimpin diatas jejak kenabian, berbangsa apapun mereka sebagai satu umat yang lain dari manusia lain. Lain dari manusia lain. Sekali lagi bukan bangsa tertentu hatta Yahudi sekalipun yang lain dari manusia lain itu.
Generasi beriman yang dibangun dan dipimpin diatas jejak kenabian itu telah ditraktatkan dalam lembaran kenabian tertulis yang dictum pertamanya adalah sebagai berikut:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ هَذَا كِتَابُ مِنْ مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلأُمَّيِّ بَيْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ مِنْ قُرَيْشٍ وَيَثْرِبَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ فَلَحِقَ بِهِمْ وَجَاهَدَ مَعَهُمْ أَنَّهُمْ أُمَّةٌ وَاحِدَةٌ مِنْ دُوْنِ النَّاسِ
Dengan asma Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Inilah naskah tertulis dari Muhammad Nabi yang ummy antara orang-orang mukminin dan muslimin dari Quraisy dan Yatsrib dan orang yang mengikutinya kemudian bergabung bersamanya dan berjihad bersamanya. Bahwasanya mereka adalah umat yang satu tersendiri lain dari manusia lainnya (http://non-gharqadian.blogspot.com/2010/11/shahifah-nabawiyah.html?m=1)

Sekali lagi umat mu’minin adalah umat yang satu lain dari manusia lain. Lain dari manusia lain.

Nusron Lebih Hebat daripada Nabi

Pernyataan Highlight datang dari Nusron Wahid. Ketua Umum GP Anshor yang dipecat dari Partai Golkar pasca mendukung Jokowi. Berikut ucapan beliau:
 “Kita ini orang Indonesia yang beragama Islam bukan orang Islam yang tinggal di Indonesia. Kita lahir, sujud dan sholat di bumi Indonesia karena itu kita tidak boleh mengotori Indonesia.”

Yang ditraktatkan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam diatas menunjukkan bahwa di mata Nusron, Muhammad tidak mampu berkata seperti Nusron:
 “Kita ini orang Quraisy yang beragama Islam bukan orang Islam yang tinggal di negeri Quraisy. Kita lahir, sujud dan sholat di bumi Quraisy karena itu kita tidak boleh mengotori negeri Quraisy”. Di sini Nusron lebih hebat dari pada Nabi.

Apalagi sahabat-sahabat Rasulullah (Anshar) dari Yatsrib sedemikian tololnya di mata Nusron, mereka ahistoris tidak mampu mengatakan:
“Kita ini orang Yatsrib yang beragama Islam bukan orang Islam yang tinggal di Yatsrib. Kita lahir, sujud dan sholat di bumi Yatsrib karena itu kita tidak boleh mengotori Yatsrib.”

Pada tahun ke-10 H/631 M di padang wuquf di Arafah, pada hari Jum’at tanngal 9 Dzulhijjah, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam  berkhotbah dan bersabda:
Sesungguyhnya darah kalian adalah suci atas kalian sebagaimana sucinya hari kalian ini, di bulan suci kalian ini, di negeri kalian ini. Ingatlah setiap urusan Jahiliah ada di bawah kedua kakiku ini diletakkan.
Dan tuntut bela darah Jahilian telah diletakkan, dan sesungguhnya tuntut bela darah yang pertama kali aku letakkan dari darah kita adalah darah Ibnu Rabi’ah bin Al-Harits, adalah dia disusukan pada Bani Sa’d kemudian Hudzail membunuhnya.
Dan riba Jahiliah telah diletakkan, dan riba yang pertama kali aku letakkan dari kita adalah riba ‘Abbas bin Abdul Muththalib. Maka sesungguhnya ia telah diletakkan semuanya.

Kini Zionis Yahudi penguasa kerajaan riba bisa mengatakan apa yang dikhutbahkan oleh Muhammad untuk penghapusan riba dan tuntut bela darah mu’minin yang tertumpah diletakkan di bawah kaki Zionis. Persempit ruang untuk shadaqah karena semua didominasi praktek riba dan darah Mu’minin yang tertumpah tak ada lagi tuntutan bela.

Dan Nusronpun dengan pernyataannya itu sama dengan menyatakan apa yang ditraktatkan Muhammad di Yatsrib 1435 tahun yang lalu itu kini diletakkan di bawah kedua telapak kaki Nusron.

Dan diantara cara menghidupkan api peperangan demi peperangan adalah dengan mengobarkan semangat kebangsaan bangsa-bangsa di seluruh dunia yang dibela menghadapi misi kerasulan, misi kitab-kitab Allah dan ajaran-Nya dengan memerangi Nabi Allah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta pejuang-pejuangnya di belakang beliau.
Huyay bin Akhthab, pemimpin kaum Yahudi Bani Nadhir mengobarkan semangat bangsa lain yaitu kaum Quraisy untuk memerangi Nabi Muhammad dan kaum Muslimin di Madinah. Missi Yahudi itu untuk membangkitkan semangat kebangsaan Quraisy termasuk dengan mengatasnamakan agama. Missi Yahudi menyuarakan bahwa agama bangsa Quraisy lebih mulia dari pada agama Muhammad, dan tuhan mereka lebih baik daripada Tuhan Muhammad. www.islamnyamuslim.com/2014/03/syafiyah-istri-rasulullah-saw.html?m=1

Pada tahun 5 H/626 M para pemimpin Yahudi termasuk para pendetanya meyakinkan para penyembah berhala bangsa Quraisy di Makkah bahwa perang melawan Muhammad adalah kebenaran yang harus dilaksanakan dan menghancurkan Muhammad adalah tindakan yang diridhai Tuhan. Mereka juga berhujjah (berargumentasi) bahwa kepercayaan orang-orang Quraisy jauh lebih baik dari pada agama Muhammad. Dan adat istiadat serta tradisi jahiliah jauh lebih baik daripada ajaran-ajaran Al-Qur’an. (Muhammad Al-Ghazaliy, FIQHUS SIRAH, Menghayati Nilai-nilai Riwayat Hidup Rasulullah saw, Al-Ma’arif, Bandung, cet. Ke-10, tt, hal. 494)

Tak Ada Ulama Yang Mampu Koreksi

Tak ada ulama yang mampu mengoreksi Nusron karena telah direncanakan seperti berikut ini:
Ketika telah sampai saatnya bagi Tuan Penguasa Kedaulatan Seluruh Dunia kita (Yahudi) untuk dinobatkan, maka tangan-tangan yang sama inilah yang akan menyapu habis semua yang bisa menjadi penghalang kita.
Goyim (non-Yahudi) telah kehilangan kebiasaan berpikir mereka tanpa digerakkan dengan saran-saran dari spesialis-spesialis kita. Oleh karena itu mereka tidak bisa melihat kepentingan mendesaknya apa yang kita akan  seketika adopsi, saatnya kerajaan kita datang, yakni itulah sedemikian esensialnya untuk memberikan di sekolah-sekolah nasional seberkas ilmu pengetahuan sederhana yang sebenar-benarnya, basis semua ilmu pengetahuan – yaitu ilmu pengetahuan tentang struktur kehidupan manusia, tentang eksistensi sosial, yang membutuhkan pembagian kerja, yang memastikan adanya pembagian manusia menjadi divisi-divisi kepada kelas-kelas dan persyaratan-persyaratan. Hal ini esensial bagi semua orang untuk mengetahui bahwa karena adanya perbedaan di dalam obyek-obyek kegiatan manusia inilah maka tidak bisa ada persamaan ( equality ) apa pun, sehingga dia dengan suatu aksi perbuatan berkompromi pada seluruh kelas tidak bisa menjadi sama pertanggungjawabannya di depan hukum, yang akibatnya tidak mengenai siapa pun kecuali kehormatan dirinya sendiri.
Sebenar-benarnya ilmu pengetahuan tentang struktur masyarakat, ilmu yang kita larang Goyim (non-Yahudi) memasuki rahasia-rahasianya, akan mendemonstrasikan kepada seluruh manusia bahwa posisi-posisi dan kerja itu harus selalu tetap berada di dalam suatu lingkaran tertentu, di mana posisi-posisi dan pekerjaan itu tidak boleh menjadi sumber atau penderitaan (konsekuensi hasil bahagia atau risiko sengsara) manusia, yang berkembang (terbangun) dari pendidikan yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, yang individu-individunya diperintah (harus) melakukannya. Setelah menempuh studi tuntas akan (ajaran-ajaran dalam) ilmu pengetahuan ini, orang-orang akan dengan sukarela tunduk patuh mentaati otoritas kekuasaan (kita) dan mereka akan menerima posisi apa saja yang ditentukan untuk mereka di dalam negara (kedaulatan seluruh dunia kita). Dalam keadaan (di dalam) ilmu pengetahuan dan pengarahan yang ada yang telah kita berikan untuk pengembangannya, rakyat, yang begitu saja mempercayai apa saja yang laku dicetak (diciptakan untuk dipublikasikan – yaitu gantungan harapan, cinta, perasaan dan ide dengan penuh pembelaan dan kesetiaan – berkat adanya desakan-desakan yang sebenarnya ditujukan untuk menyesatkan mereka sendiri dan berkat kedunguan mereka sendiri – yang adalah juga merupakan kebencian buta terhadap semua kondisi yang mereka anggap berada di luar (ajaran)-nya, karena mereka tidak memiliki pemahaman tentang makna kelas dan (persyaratan-persyaratan) kondisi. http://www.jewwatch.com/jew-references-protocols-full-text-2-protocols-1-2-3.html#PROTOCOL%20No.%203

Minggu, 11 Agustus 2013

Perbudakan Kolosal



Di Negeri Berpenduduk Muslim Terbesar di Dunia

Takut Luput Surga Diganti Kesenangan Dunia
Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada pasangan-pasangan yang suci dan mereka kekal di dalamnya. (QS. 2/Al-Baqarah : 25)

Menjadikan kebahagiaan di alam akhirat di Surga Allah untuk menggantungkan cita-cita dengan segala kerinduan, manusia tidak takut tidak mendapatkan kesenangan dunia dengan segala macam ancamannya. Karena rizki untuk setiap manusia yang tidak selalu sama dan sebangun dengan kesenangan dunia, urusannya dijamin oleh yang Maha Memberi rizki.
Si perindu surga Allah di akhirat tidak pula takut terhadap serangan yang memusuhiimannya. Si perindu surga Allah di akhirat menyerahkan penjaminanpertolongan dan perlindungan dirinya sepenuhnya kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa.
 (Mereka itu adalah) orang-orang (yang menta`ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah menyiagakan kekuatan bersama untuk menyerang kalian, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu justru menambah keimanan mereka dan mereka menjawab : "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung." (QS. 3/Aali 'Imraan : 173)

Demikian pula bila kesenangan dunia ini benar-benar binasa, benar-benar berakhir, benar-benar kiamat, orang beriman berlindung pada jaminan dari Yang Mahabaik untuk menyandarkan apapun yang terjadi dengan nasib diri, martabat dan kehormatannya, yaitu Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa.
 Dari Ibnu 'Abbas radhiyallaahu 'anhu mengenanai firman Allah dalam Al-Qur'an Surah 74/Al-Muddatstsir, aya 8 : "Maka apabila ditiup sangkakala", Ibnu 'Abbas berkata : Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda : Bagaimana akan ni'mat (aman) sedangkan (Malaikat) petugas sangkakala telah siap sangkakala di mulutnya dan ia menundukkan kepalanya untuk siap mendengar kapan saja ia diperintah kemudian ia meniup (sangkakala tanda kiamat saatnya terjadi).
Para sahabat Muhammad Rasulullah bertanya : Bagaiamana kami mengatakan?
Rasulullah menjawab : Katakanlah : Cukuplah bagi kami, Allah itu Yang Maha Menjamin (perlindungan). Pada Allah, kami bertawakkul" (HR. Ahmad dan Ibnu Abi Hatim)

Pada peristiwa ditiup sangkakala itu, difirmankan Allah :
Apabila ditiup sangkakala, maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit, bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah. (QS. 74/Al-Muddatstsir : 8-10)

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam telah menyandangkan harkat dan martabat mulia pada orang beriman dengan menggantungkan hati para pengikut beliau pada dirindukannya surga Allah di kahirat.
Pengorbanan demi pengorbanan kaum mu'minin menanggung pemudharatan serangan yang menyakitkan, menghinakan dari syetan jin dan manusia menjadi pernyataan demi pernyataan, sebagaimana berikut :
Wahai orang yang beriman pada Allah yang berinvestasi dan berinvestasi dengan pengorbanan demi pengorbanan, harkat dan martabat muliamu ada pada kepastian tak terlucutinya gantungan cita-cita dan kerinduanmu pada surga Allah di akhirat kelak.
Inilah jaminan nasib diri martabat dan kekuatan keyakinan yang ada pada Maha Menaqdirkan dan Mahasucinya Allah.

Jaminan nasib diri, martabat dan kehormatan manusia pada Allah dengan surga-Nya di akhirat inilah yang digantikan oleh syetan dengan keterpedayaan kesenangan dunia, terlalaikan dari Allah yang Mahamulia.

Sandangan Martabat Rindu Surga Allah Dilucuti untuk Dihinakan

Harkat dan martabat mulia umat manusia yang telah dibangun dan diperjuangkan oleh Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam beserta para shabat beliau, para perindu surga Allah di akhirat kelak, sepeninggal kepemimpinan dunia di atas jejak kenabian pertama, sejak wafatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq, kemudian terbunuhnya 'Umar bin Khaththab, 'Utsman bin 'Affan dan 'Ali bin Abi Thalib, harkat dan martabat mulia itu dilepaskan sedikit demi sedikit, diganti dengan keinginan akal dan hawa nafsu manusia yang makin hari makin merupakan kesenangan dunia.

Harkat dan martabat mulia manusia berkerinduan surga Allah di akhirat kelak makin dilucuti oleh syetan jin dan syetan manusia diganti dengan takut tidak mendapatkan bagian kesenangan dunia.

Takut tak mendapat kebahagiaan di surga Allah di Akhirat dengan segala martabat dan harkat kemuliaannya diganti dengan takut tak mendapatkan kesenangan dunia dengan segala martabat dan harkat kehinaannya.

Begitu binasa dunia ini, binasalah kesenangannya yang ditakuti kehilangannya itu.
Begitu kiamat dunia ini, kiamatlah martabat dan harkat kesenangan yang ditakuti tertinggal dari padanya itu.

Keadaan takut tak mendapat kesenangan dunia itu kini diwujudkan menjadi ukuran segala norma. Norma keadilan, kemuliaan, keberadaban dan kemajuan. Sehingga umat manusia mejadi sedemikian berebut menuju kehinaan yang telah dirancang oleh Yahudi sebagaimana rencana induk menuju kehinaan umat manusia itu telah diayatsucikan oleh mereka sebagai berikut :

Kita akan segera mulai menguasai monopoli-monopoli raksasa, reservoir-reservoir (sumber-sumber cadangan) kekayaan kolosal, yang di atas monopoli-monopoli itu nasib besar Goyim (non-Yahudi) akan bergantung sedemikian meluas yang mereka akan jatuh tersungkur ke (tingkatan paling) bawah bersama kredit negara-negara mereka pada saat setelah kehancuran politik ...
Anda tuan-tuan terhormat yang ada di sini, para ekonom (Yahudi), cukup mencari estimasi dari arti penting kombinasi ini! ...
Pada setiap jalan yang memungkinakan, kita harus mengembangkan makna penting  Super Pemerintahan (Pemerintah Bangsa-Bangsa) kita ini dengan menghadirkannya sebagai Pelindung dan Pemberi anugerah akan semua mereka yang secara sukarela tunduk pada kita.
Aristokrasi (Kekuasaan di tangan ningrat) Goyim (non-Yahudi) sebagai sebuah kekuatan politik telah mati - kita tidak perlu memasukkannya lagi dalam perhitungan; namun sebagai pemilik-pemilik tanah, mereka masih bisa membahayakan kita dengan adanya kenyataan bahwa mereka masih bisa mencukupi kebutuhan diri mereka sendiri pada sumberdaya-sumberdaya (tanah) di mana padanya mereka (bisa) hidup. Oleh sebab itu, penting sekali bagi kita, dengan cara membayar ongkos (pengorbanan) apapun, untuk mencabut tumpuan mereka pada tanah-tanah mereka. Sasaran ini paling tepat dibidik dengan meningkatkan beban-beban atas kepemilikan tanah tersebut - yakni dengan membebani tanah dengan hutang-hutang. Tindakan-tindakan ini akan mengurangi kepemilikan tanah dan membuat mereka tetap dalam keadaan  yang rendah dan tunduk-patuh tanpa syarat.

Kehinaan Dibawah Tekanan Beban Hutang Luar Negeri

Wahai manusia, bacalah dengan asma Rabb semesta alam, apakah perjalanan hidup kalian berada pada harkat dan martabat perindu surga di akhirat yang tunduk patuh pada Allah tanpa syarat? Ataukah dalam keadaan tunduk patuh tanpa syarat pada rencana terlaknatnya syetan jin dan syetan manusia?
Lihatlah negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia ini.

Hutang luar negeri Indonesia hingga April 2013 mencapai Rp 2.023,72 triliun. Jumlah ini bertambah Rp 48 triliun dibandingkan posisi akhir 2012 yaitu Rp 1.975,42 triliun. Jumlah utang dalam jumlah besar ini semestinya terlihat sebagaiamana dipertanyakan Koalisi Anti Utang (KAU). Mengingat, utang itu mengakibatkan anggaran negara terus tersedot.

"Utang pemerintah ini tidak hanya menimbulkan konsekuensi beban yang besar dalam anggaran negara tapi juga telah meningkatkan dominasi modal asing dalam kegiatan ekonomi nasional," tutur Ketua KAU Dani Setiawan dalam diskusi bertema "Kebijaksan Pro Asing + Utang SBY = Negara Bangkrut" di  Jakarta Selatan, Minggu (7/7).

Menurut Dani Setiawan, pada tahun 2013 pemerintah merencanakan membayar cicilan pokok dan bunga utang sebesar Rp299,708 triliun atau sekitar 17,3 persen dari total belanja di APBN tahun ini yang berjumlah Rp1.726,2 triliun.

Sebagaimana hal itu seyogyanya diketahui pula oleh setiap orang bahwa beban hutang pemerintah adalah beban pajak rakyat.

Lepaskan Rindu Surga, Siksa Neraka yang Menghinaka Eksak Niscayanya

Lepaskanlah gantungan cita-cita dan kerinduan pada surga Allah di akhirat kelak dari hati  di dada-dada pribadi yang dibangun dengan perjuangan dengan dipimpin kenabian Muhammad bin Abdullah, niscaya dengan sendirinya berpenghujung pada kehinaan di bawah tekanan penjajahan.
Penjajah tak perlu lagi membelenggu anak bangsa terjajah dengan rantai besi, orang-orang terjajah tak akan lagi bisa bergeser dari keadaannya sebagai budak dan tawanan dengan ikatan hutang riba. Senjata dan pelurupun saatnya diperlukan akan dioperasikan oleh anak bangsa itu sendiri yang diberi uang lebih sedikit dari yang lain di barak-barak mereka sendiri. Demikian pula, anak bangsa itu sendiri, dengan anggaran negara dari pajak rakyat sendiri, membangun penjara lengkap dengan undang-undang, kepolisian, kejaksaan, kehakiman dan kementriannya untuk sesamanya bukan untuk syetan jin dan syetan manusia.

Jumat, 24 Mei 2013

Lawan Dalang AIDS untuk SYAHID



Wahai penderita AIDS, pilihlah jalan kesyahidanmu melawan dalang penyebaran virus untuk mematikan itu.

Missi Berkekuasaan Global, Dalang Kerusakan di Bumi Seluruhnya

Allah Subhaanahu wa Ta'aalaa berfirman :

Tidak ada paksaan dalam ajaran hidup Islam ini; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 2/Al-Baqarah : 256)

Thaghut yang dimaksud adalah adanya pewalian di luar pewalian Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman :
 Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah thaghut, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS. 2/Al-Baqarah : 257)

Pewalian berthaghut itu pembuat kerusakan di muka bumi;

Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan." (QS. 2/Al-Baqarah : 21)

Sebagaimana pula telah dinyatakan dengan pertanyaan :

Maka apakah kiranya jika kalian berkuasa kalian akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? (QS.  47/Muhammad : 22)

Pada ayat-ayat Allah dalam Al-Qur'an tersebut diatas adalah petunjuk bahwa :
Pertama : Terhadap iman hamba-hamba Allah ada dalang perlawanan. Iman hamba-hamba Allah yang dilawan ini hakikatnya memang kedaulatan walayah Allah, para Rasul-Nya dan orang-orang beriman tetapi bukanlah wilayah kedaulatan sesuatu bangsa ataupun sesuatu agama.
Kedua    :  Pada terjadinya kerusakan di bumi ada missi berkekuasaan dan ada dalangnya. Missi berkekuasaan bukan missi berkekuasaannya suatu negara atau suatu bangsa, Yahudi ataupun non-Yahudi, melainkan adalah missi berkekuasaan global yang diangan-angankan dalang kerusakan di bumi seluruhnya. Dalang ini ditaqdirkan Allah berkebangsaan sama dengan Nabi Musa, Nabi Daud, Nabi Sulaiman dan Nabi Isa yakni keturunan Nabi Ya'qub 'alaihimus-salaam.
Ketiga    : Iman hamba-hamba Allah mesti merupakan bagian dari walayatullah, walayah para Rasul Allah dan yang juga adalah walayatul-mu'minin. Iman hamba-hamba Allah mesti merupakan pengingkaran terhadap missi berkekuasaan global, dalang kerusakan di bumi seluruhnya. Pengingkaran terhadap missi berkekuasaan membuat kerusakan di bumi ini adalah kemestian berpegangteguhnya hamba Allah pada ikatan yang tak akan putus ini.

Maka barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus.


AIDS, Missi Menundukkan Manusia Penduduk Bumi

DR. Alan Cantwel, MD, dokter dan peneliti penyakit kangker dan AIDS, melaporkan Special Virus Cancer Program (SVCP) dimulai 1964 sebagai program pemerintah dibawah payung National Cancer Institute bermarkas di Bethesda Maryland, AS.

DR. Leonard G. Horowitz, DMD,MA,MPH bereputasi international di bidang kesehatan masyarakat, ilmu prilaku sosial, penyakit-penyakit baru dan bio-terorisme menyebutkan Program Penelitian Kanker Virus Khusus (SVCP) dari Institut Kanker Nasional (NCI) mengendalikan pusat uji coba senjata biologi pertama Amerika di Fort Detrick, Maryland dan memasok chimpanse, kera, virus-virus kera, benang-benang sel primata dan sumber daya lain untuk riset kanker, pengembangan senjata biologi dan vaksin. www.originofaids.com

Tulisan DR. William C. Douglass, MD  menyebutkan penggunaan vaksin cacar sebagai kendaraan pembawa virus dan tempat-tempat yang dipilih di tahun 1972 ialah Uganda dan negara-negara Afrika lainnya, Haiti, Brazil dan Jepang. Epidemiologi (penyebaran) AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrom) saat belakangan kemudian memiliki kesamaan dengan area-area diadakannya vaksinasi tersebut.Pada saat di kemudian masa disebutkan kematian karena AIDS tidak jauh berbeda dengan angka mortalitas (kematian) akibat Perang Dunia II tanpa tembakan satu pelurupun.
Maret 1976, Program Special Virus mulai memproduksi virus AIDS dan sekitar Juni 1977 akan selesai memproduksi 15.000 galon virus AIDS. Diizinkan penguasa diteruskan rencana rahasia untuk membunuh bangsa kulit hitam. Dimasukkan virus AIDS sebagai pelengkap ke dalam vaksin cacar untuk Afrika dan ke dalam vaksin eksperimen hepatitis-B untuk Manhattan, New York.

DR. Alan Cantwel, MD menyebutkan bahwa pada Oktober 2004, ahli biologi dan ekologi Wangari Maathai mendapat hadiah Nobel untuk perdamaian sebagai wanita Afrika pertama. Pada acara penerimaan hadiah, ia mengumumkan bahwa , dalam pandangannya, AIDS adalah suatu penyakit ciptaan manusia.

DR. Boyd ED Graves, JD menyebut dalam tulisannya bahwa pada 1974, Henry Kissinger (Menlu dan Ketua Dewan Keamanan Nasional) mengeluarkan memorandum Rencana AS untuk Menanggulangi Kelebihan Penduduk). www.boydgraves.com
Disebutkan dalam tulisan DR. Boyd ED Graves, JD itu, orang-orang yang menjalankan Pemerintahan Bayangan telah menang, dunia seluruhnya setuju untuk membantai Afrika dan penduduk daerah lain yang tak dikehendaki keberadaannya. Besok boleh jadi sasaran mereka adalah anda.
Tentang dokumen memorandum itu, tetap dikukuhkan Henry Kissinger 2001 : www.hli.org/nssm_200_exposed.html

Dengan laporan-laporan tentang AIDS tersebut, ada pesan yang mesti ditegaskan :

Pertama : Pengingkaran (orang beriman pada Allah) terhadap program pembuatan kerusakan di bumi ini bukanlah pengingkaran terhadap negara dan bangsa yang tempatnya digunakan tetapi adalah pengingkaran terhadap missi berkekuasaan global, dalang kerusakan di bumi seluruhnya karena seorang ilmuwan peraih hadiah Nobel, Carlton Gajdusek, seorang pejabat tinggi Fort Detick pernah menyatakan : "Di dalam fasilitas itu saya menguasai gedung yang di sana bekerja lebih banyak ilmuwan komunis yang berkualitas dan loyal dari Uni Soviet dan China daratan dengan hak penuh untuk masuk ke semua laboratorium, dibanding ilmuwan Amerika.

Kedua : Sebagaimana kanker pada masa lalu, lupus, flu burung, AIDS dan banyak yang kemudian bermunculan berlipat ganda diantaranya dibuat agar dalam kepercayaan sedemikian banyak manusia penduduk bumi tertanam anggapan bahwa ada penyakit yang tak ada obatnya. Suatu penanaman anggapan agar orang-orang yang mengaku berimanpun tidak terikat lagi dengan pernyataan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam shahihnya, dari Abu Hurairah  bahwasanya Nabi  bersabda,
مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً
“Tidaklah Allah turunkan penyakit kecuali Allah turunkan pula obatnya”
Dari riwayat Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah  dia berkata bahwa Nabi  bersabda,
لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أَصَابَ الدَّوَاءُ الدَّاءَ، بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ
“Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim)
Dari Ibnu Mas’ud , bahwa Rasulullah  bersabda:
إِنَّ اللهَ لَمْ يَنْزِلْ دَاءً إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً، عَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ وَجَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ
“Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan  penyakit melainkan menurunkan pula obatnya. Obat itu diketahui oleh orang yang bisa mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak bisa mengetahuinya.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Al-Hakim, beliau menshahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi. Al-Bushiri menshahihkan hadits ini dalam Zawa`id-nya. Lihat takhrij Al-Arnauth atas Zadul Ma’ad, 4/12-13)

Bagi Muslim yang terkena sakit sebagaimana tersebut kanker, lupus, flu burung, AIDS dsb, jalani hari-harinya sebagai perjalanan iman melawan program, visi dan missi berkekuasaan global pembuat kerusakan di bumi, dalangnya, sebagai jalan jihad. Semoga bila Allah menghendaki dirinya meninggal dunia, meninggal dunia setara mati syahid dari pada mati syahid dalam arti martir dalam peran yang direncanakan dalang berkekuasaan global pembuat kerusakan di bumi, sebagai yang diprotokolkan oleh sesepuh terpelajar Zion sebagai berikut :

When the populace has seen that all sorts of concessions and indulgences are yielded it in the name of freedom it has imagined itself to be sovereign lord and has stormed its way to power, but, naturally like every other blind man, it has come upon a host of stumbling blocks. IT HAS RUSHED TO FIND A GUIDE, IT HAS NEVER HAD THE SENSE TO RETURN TO THE FORMER STATE and it has laid down its plenipotentiary powers at OUR feet. Remember the French Revolution, to which it was we  [the Philadelphes (ie.e French branch of the Illuminati)]who gave the name of "Great": the secrets of its preparations are well known to us for it was wholly the work of our hands.
Ever since that time we have been leading the peoples from one disenchantment to another, so that in the end they should turn also from us in favor of that KING-DESPOT OF THE BLOOD OF ZION, WHOM WE ARE PREPARING FOR THE WORLD.
At the present day we are, as an international force, invincible, because if attacked by some we are supported by other States. It is the bottomless rascality of the GOYIM peoples, who crawl on their bellies to force, but are merciless towards weakness, unsparing to faults and indulgent to crimes, unwilling to bear the contradictions of a free social system but patient unto martyrdom under the violence of a bold despotism - it is those qualities which are aiding us to independence. From the premier-dictators of the present day, the GOYIM peoples suffer patiently and bear such abuses as for the least of them they would have beheaded twenty kings.
Ketika massa rakyat telah melihat bahwa segala macam konsesi dan pemanjaan itu telah diberikan kepada mereka atas nama kebebasan ( freedom ), maka massa rakyat itu telah mengimajinasikan dirinya adalah penguasa berdaulat dan meretas jalannya  sendiri menuju ke kekuasaan. Akan tetapi, secara alami, sebagaimana halnya setiap orang buta, massa rakyat itu terbentur banyak sekali rintangan. SEHINGGA MEREKA MERANGSEK UNTUK MENDAPATKAN PEMANDU. MEREKA TIDAK LAGI PERNAH PUNYA KEINGINAN UNTUK KEMBALI KEPADA KEADAAN SEBELUMNYA, dan mereka telah menyerahkan kekuatan-kekuatan berkuasa penuh mereka di bawah kaki-kaki kita. Ingat saja Revolusi Besar Perancis, di mana kitalah [Philadelphes (yaitu Illuminati Cabang Perancis)] yang memberikan nama "Besar" itu, ialah : Rahasia-rahasia untuk mempersiapkan Revolusi Besar itu kita ketahui sangat jelas, karena (latar belakang peristiwa itu) seluruhnya adalah kerja tangan-tangan kita sendiri.
Sejak saat itu kita yang memimpin rakyat-rakyat itu dari satu kekecewaan ke kekecewaan-kekecewaan lainnya, sehingga pada akhirnya mereka beralih fihak kepada kita, demi SI RAJA DESPOT (Kejam Sewenang-wenang) DARI DARAH ZION, YANG SEDANG KITA SIAPKAN UNTUK DUNIA INI.

Pada masanya kita, sebagai sebuah kekuatan internasional, tidak terkalahkan, karena bila diserang oleh suatu negara, maka kita akan didukung oleh negara-negara lain. Kekuatan kita ini merupakan kekurangajaran yang mendalamnya tanpa batas bagi rakyat-rakyat Goyim (non-Yahudi), yang merangkak di atas perut-perut mereka, untuk meraih kekuasaan, tidak berbelas kasihan terhadap kelemahan, tidak kenal ampun terhadap kekeliruan-kekeliruan, dan sangat gemar bertindak jahat, tidak mau menanggung pertentangan-pertentangan dari sistem sosial yang bebas, tetapi sabar pada kesyahidan (kemartiran) di bawah kebiadaban dari kesewenang-wenangan yang kejam – itulah kualitas-kualitas yang membantu kita kepada ketidakbergantungan. Dari diktator-diktator utama masa sekarang inilah rakyat-rakyat Goyim (non-Yahudi) sabar menderita, dan menanggung siksaan-siksaan berat semacam ini, karena yang paling sedikit kesabarannya dari mereka tentu telah memenggal dua puluh raja.
http://www.biblebelievers.org.au/przion2.htm#PROTOCOL%20No.%203